Kamis, 02 Agustus 2012

emisis gravidarum

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kehamilan merupakan hal yang paling didambakan oleh setiap wanita karena dengan kehamilan, seorang wanita bisa dikatakan sempurna. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologi yang normal meskipun ada beberapa kasus kehamilan yang disertai kelainan dan penyulit tertentu.
Dalam kehamilan ibu mengalami perubahan dari segi fisik dan psikis. Salah satu yang paling umum terjadi pada Trimester pertama adalah Emesis Gravidarum, dalam Ilmu kebidanan, emesis ditemukan pada kehamilan trimester awal persalinan dan pasca bedah. Keadaan ini bukan saja menimbulkan distress tetapi juga dapat membawa konsekuensi fisiologis yang serius. Istilah hiperemesis gravidarum berlaku bila muntah menyebabkan kekurangan cairan, elektrolit atau gizi. Salah satu penyebab dari emesis yaitu karena tidak seimbangannya kadar hormone dalam tubuh, oleh karena itu akan dibahas lebih jauh lagi tentang Emesis Gravidarum dan cara penanganannya agar tidak terlalu mempengaruhi keadaan ibu.

1.2. Tujuan
1.    Melakukan pengkajian data pada ibu hamil.
2.    Membuat diagnosa berdasarkan data klien.
3.    Membuat rencana tindakan asuhan pada ibu hamil.
4.    Mengevaluasi atas tindakan yang dilakukan




 
1.3. Ruang Lingkup
Asuhan kebidanan ini dilaksanakan sesuai dengan program dari tempat pendidikan, tempat praktek yang ditujukan adalah Puskesmas Belakang Soya_Ambon.

1.4.   Metode Penulisan
1.    Konsep teori
2.    Konsep Manajemen kebidanan
3.    Penerapan manajemen kebidanan (7 langkah Varney)

















BAB II
KONSEP TEORI

2.1. Defenisi Kehamilan
            Kehamilan adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba. Masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono, 2000).

2.2. Tanda dan Gejala Kehamilan
            Berikut merupakan tanda dan gejala kehamilan menurut Sarwono (2008)
A.  Tanda-tanda kehamilan
a.       Adanya pigmentasi kulit atau garis-garis hipo
b.      Adanya pembesaran payudara
c.       Ada rasa mual dan muntah yang  berlebihan atau hiperemesis
d.      Amenore atau tidak datangnya haid
e.       Frekuensi buang air kecil meningkat
f.       Pada perubahan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin
g.      Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin
h.      Pada pemeriksaan USG dilihat gambar janin
i.        Pada pemeriksaan roentgen terlihat gambaran kerangka janin

B.  Gejala kehamilan
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Biasanya gejla yang timbul pada kehamilan seperti: 1) mual dengan di ikuti muntah atau pun tidak sering terjadi bulan pertama kehamilan.mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal-hal yang lain.gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal. 2) kencing terutama bila kehamilan sudah besar. 3) kadang-kadang wanita hamil bias pingsan dikeramaian terutama pada bulan awal kehamilan. 4) tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual-mual diatas.

2.3. Perubahan Fisiologi pada saat Kehamilan:
2.3.1.      Uterus
Uterus semula beratnya 30 gram menjadi 1000 gram, pada saat terakhir kehamilan otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
Tabel 1. Besaran Uterus dan TFU
Akhir Bulan
Besar Uterus
Tinggi Fundus Uteri
1
Lebih besar dari biasa
Palpasi belum teraba
2
Telu bebek
Dibelakang sympisis
3
Telur angsa
1-2 jari diatas simpisis
4
Kepala bayi
Pertengahan sympisis-pusat
5
Kepala dewasa
2-3 jari dibawah pusat
6
Kepala dewasa
Kira-kira setinggi pusat
7
Kepala dewasa
2-3 jari diatas pusat
8
Kepala dewasa
Pertengahan pusat-proc. Xyphoideus
9
Kepala dewasa
Tiga jari dibawah Px atau setinggi Px
10
Kepala dewasa
Sama dengan usia kehamilan 8 bulan namun melebar kesamping



2.3.2.      Cervic Uteri
Terjadinya peningkatan hormone yang menyebabkan hipersekresi kelnjar cervic hingga cervic menjadi lunak. Perubahan penting pada service dalam kehamilan ialah menjadi lunaknya service. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui. Pada akhir kehamilan, service menjadi lunak sekali dan portio menjadi pendek.
2.3.3.      Vagina
Mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiruan ( tanda chatwick)
2.3.4.      Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung corpus lueteum gravidum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur kehamilan 16 minggu
2.3.5.      Payudara
Mengalami pertumbuhan dan perkambangan sebagai persiapan member ASI, pada saat laktasi perkambangan payudar dipengaruhi oleh hormone saat hamil yaitu estrogen, progesterone dan somatomamotropin
Penampakan payudara pada ibu hamil:
a.    Payudara menjadi besar dan tegang
b.    Areola payudara makin hitam
c.    Putting susu makin menonjol
2.3.6.      Sirkulasi Darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta uterus yang membesar dengan pembuluh- pembuluh darah yang membesar pula. Volume darah ibu hamil bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hichemia. Meskipun ada penambahan volume eritrosit secara keseluruhan tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi Hb dalam darah makin rendah
Batas- batas Fisiologis ialah:
a.    Hb 10 gr %
b.    Eritrosit 3,5 juta/
c.    Leucocyt 8000- 10.000/
2.3.7.      Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilan tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan napas pendek. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu, oleh karena usus- usus tertekan kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak
2.3.8.      Traktus Digestivus
Pada bulan- bulan pertama kehamilan, morning sickness akibat kadar hormone estrogen yang meningkat, tonus otot- otot uterus traktus digestivus menurun sehingga motalitas seluruh traktus digestivus juga berkurang
2.3.9.      Traktus Urinarius
Dalam kehamilan ureter kana dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih besar dari ureter kiri karena lebih banyak tertekan disbanding ureter kiri. Hal ini disebabkan uterus lebih sering memutar kearah kanan atau letak kolon dan sigmoid berada di belakang kiri uterus
2.3.10.  Kulit
Pada kulit terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola mammae, papilla mammae dan linea alba. Hiperpigmentasi juga terdapat pada pipi yang disebut cloasma gravidarum. Hiperpigmentasi ini dipengaruhi MSH meningkat


2.3.11.  Pertukaran Zat
a.    Wanita hamil bertambah BB
b.    Dalam triwulan pertama penambahan BB 1 kg
c.    Dalam triwulan kedua penambahan BB 5 kg
d.   Dalam triwulan ketiga penambahan BB 5,5 kg
Tabel 2. Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida
No
Primigravida
Multigravida
1
Payudara tegang
Payudara lembek menggantung
2
Putting susu runcing
Putting susu tumpul
3
Perut tegang dan menonjol kedepan
Perut lembek dan tegang
4
Vulva tertutup, perineum utuh
Vulva menganga, perineum berparut
5
Vagina sempit, teraba rugae
Vagina alonggar, selaput lendir licin
6
Strie lividae
Strie lividae dan strie albican
7
Portio runcing, ost. Ext. Tertutup
Porti tumpul dan terbagi dalam bibir depan dan bibir belakang

Keluhan-keluhan yang terjadi pada ibu hamil
a.    Mual muntah biasanya timbul pada bulan kedua dan ketiga, menghilang setelah memasuki trimester kedua
b.    Sakit pinggang yang sebagian besar disebabkan karena perubahan sikap badan pada kehamilan lanjut, karena titik berat badan pindah kedepan disebabkan perut yang membesar
c.    Timbulnya varises, hal ini dapat dipengaruhi oleh factor keturunan, berdiri lama, dan usia
d.   Sakit kepala disertai oedema
e.    Sesak napas, disebabkan rahim membesar mendesak diafragma keatas
f.     Flour albus (keputihan)



2.4.      Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan sedini mungkin yaitu dengan segera setelah seorang wanita merasakan dirinya hamil, agar petugas kesehatan memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengobati keadaan- keadaan yang kurang baik.
Jadwal Pemeriksaan adalah:
a.    Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid
b.    Periksa ulang:
·    Setiap bulan sampai umur kehamilan 6- 7 bulan
·    Setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 8 bulan
·    Setiap 1 minggu sejak kehamilan 8 bulan sampai menjelang persalinan
c.    Pemeriksaan khusus bila ada keluhan tertentu

2.5. Pemeriksaan
2.5.1. Pemeriksaan Umum
Tentang keadaan umum pasien, keadaan gizi, kelaianan bentuk badan, kesadaran, keadaan emosional, tanda- tanda vital, tinggi badan, BB, LILA, keadaan jantung, Oedema, reflex, pemeriksaan Lab.
2.5.2. Pemeriksaan Khusus Kebidanan (Status Obstreticus)
a.    Inspeksi
a.    Muka
Adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi.
b.    Leher
Apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membengkak.
c.    Dada
Keadaan jantung, paru- paru, dan bentuk dada, pigmen putting susu, keadaan putting susu, adakah pengeluaran berupa colostrums.
d.   Perut
Perut membesar kedepan atau kesamping, keadaan pusat, pigmentasi di linea alba, adakah strie gravidarum atau bekas luka, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim.
b.   Palpasi
Maksudnya ialah Periksa raba yaitu untuk menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan serta menentukan letaknya anak dalam rahim.
Cara melakukan palpasi dengan Leopold:
a.    Leopold I
Untuk menemukan tuanya kehamilan dengan mengukur TFU dan menentukan bagian apa yang terdapat di fundus.
Dengan cara
·      Kedua kaki ibu ditekuk, pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu dan muka ibu
·      Rahim dibawa ke tengah
·      Menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus
b.    Leopold II
Untuk menentukan dimana letak punggung janin dan menentukan dimana letak bagian- bagian terkecil janin.
Dengan cara:
·      Kedua tangan dipindah kesamping
·      Tentukan batas samping rahim kanan- kiri dan tentukan letak punggung janin.
·      Terkadang disamping terdapat kepala atau bokong pada letak lintang.

c.    Leopold III
Untuk menentukan apa yang terdapat pada bagian bawah perut ibu dan apakah janin sudah atau belum masuk PAP.
Dengan Cara:
·      Gunakan satu tangan saja
·      Tentukan bagian terbawah janin
·      Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk PAP atau masih goyang.
d.   Leopold IV
Untuk menentukan seberapa masuknya bagian terbawah janin masuk ke dalam rongga panggul.
Dengan Cara:
·      Pemeriksaan berubah sikapnya melihat kearah kaki ibu
·      Untuk menentukan seberapa jauh janin sudah masuk PAP
·      Jika kita rapatkan kedua tangan pada bagian terbawah:
a)      Kedua tangan convergent, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga panggul
b)      Kedua tangan sejajar, maka separuh dari kepala masuk kedalam rongga panggul
c)      Kedua tangan divergent, maka bagian terbesar dari kepala masuk ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar kepala sudah melewati PAP.
c.    Auskultasi
Menggunakan stetoskop monoaural atau dengan menggunakan doptone. Bunyi jantung anak baru dapat didengar pada akhir bulan ke- 5. Dengan ultrasound (doptone) sudah dapat didengar pada akhir bulan ke- 3.
Frekuensi antara 120- 140 x/ menit.
a. Dari anak akan terdengar: bunyi jantung anak, bising tali pusat, gerakan anak.
b. Dari ibu terdengar: bising rahim, bunyi aorta, bising usus.
d.   Perkusi
Untuk mengetahui refleksi patella
e.    Periksa Dalam
Dilakukan jika ada indikasi untuk memantau kemajuan persalinan. Jadwal pemeriksaan kehamila yang teratur adalah sebagai berikut :
·      Pemeriksaan pertama segera dilakukan setelah diketahui terlambat haid
·      Periksa Ulang
a)      Setiap bulan sampai umur kehamilan 6-7 bulan
b)      Setiap 2 minggu-kehamilan berumur 8 bulan
c)      Setiap satu minggu sejak kehamilan 8 bulan samapi menjelang persalinan
f.     Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan urine, protein dan darah
Terdiri dari:
a.    Darah
·         Hb
·         Golongan Darah
b.    Urine
·         Protein
·         Glukosa
g.    Periksa Panggul
Keadaan panggul, terutama pada primigravida, karena panggulnya belum pernah di uji dalam persalinan. Sebaliknya pada multigravida anamnesa mengenai persalinan dulu dapat memberikan keterangan berharga mengenai keadaan panggul.

h.   Pelayanan/ Asuhan Standar yang Diberikan
Pelayanan/ asuhan standar yang diberikan meliputi:
a.    Timbang BB
Kenaikan BB rata- rata selama hamil 9- 13,5 kg yang terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Sedangkan kenaikan BB pada TM III minimal 0,5 kg/mgg. Bila kenaikan BB<> 13,5 kg harus dilakukan pemantauan yang cermat. Peningkatan BB tersebut disebabkan oleh:
·         Janin : 3- 3,5 kg
·         Plasenta : 0,5 kg
·         Air ketuban : 1 kg
·         Rahim : 1 kg
·         Timbunan lemak : 1,5 kg
·         Retensi air garam : 1,5 kg
b.    Ukuran TD
Tekanan darah diukur setiap kali kunjungan. Kenaikan tekanan darah sistolek 30 mmHg dan tekanan diastole 15 mmHg dari tekanan yang biasanya, atau mencapai 140 mmHg yang dilakukan minimal 2 x dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Kemungkinan adanya gejala pre- eklamsi.
c.    Ukur TFU
Pengukuran TFU untuk melihat pertumbuhan janin. Pengukuran menggunakan meteran biasanya sangat membantu. Bagian terpenting dalam mengukur TFU adalah mengidentifikasi puncak simpisis dan fundus, upayakan mengukur tepat. TFU diukur dalam cm dan mulai diukur pada kehamilan 12 mgg. TFU pada umur kehamilan 40 mmg sama tingginya dengan umur kehamilan 32 mgg sebab sebagian terbawah janin masuk PAP.

Tabel 3. TFU dan Umur Kehamilan
Tinggi Fundus Uteri
Umur Kehamilan
1/3 diatas simfisis 12 minggu
½ simfisis-pusat 16 minggu
2/3 diatas simfisis 20 minggu
Setinggi pusat 24 minggu
1/3 di atas pusat 28 minggu
½ pusat- Px 34 minggu
Setinggi Px 36 minggu
Dua jari (4cm) di bawah Px 40 minggu
12 minggu
16 minggu
20 minggu
24 minggu
28 minggu
34 minggu
36 minggu
40 minggu

d.   Pemberian Imunisasi TT
Imunisasi TT diberikan 2 x selama hamil, TT 1 diberikan pada kunjungan pertamadan kemudian pada interval 4 minggu diberikan imunisasi TT ke- 2. Bila telah menerima TT 2 kali pada kehamilan terdahulu, maka hanya diberi TT 1 kali imunisasi. TT bertujuan melindungi ibu dan bayi dari penyakit tetanus.
Tabel 4. Antigen, Interval dan Lama Perlindungan
Antigen
Interval
Lama Perlindungan
% Perlindungan
TT I
Pada kunjungan antenatal pertama
-
-
TT II
4 mgg setelah TT I
3 thn
80 %
TT III
6 bln setelah TT II
5 thn
95 %
TT IV
1 thn setelah TT III
10 thn
99 %
TT V
1 thn setelah TT IV
25 thn/ seumur hidup
99 %
Ket: Artinya apabila dalam waktu 3 tahun pus tersebut melahirkan maka bayi yang dilahirkan terlindung dari TN.

e.    Pemberian Tablet Zat Besi, minimal 90 tablet selama kehamilan
Dimulai dengan pemberian 1 tablet sehari segera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg. minimal masing- masing 90 tablet, tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi karena akan mengganggu penyerapan.



f.     Tes terhadap PMS
Bidan dapat melakukan tes PMS dengan cara:
·         Anamnesa untuk mengetahui adanya keluhan atau tanda gejala ada penyakit tertentu.
·         Pemeriksaan inspekulo untuk melihat genitalia bila ada indikasi dan rujuk untuk pemeriksaan Lab.
  1. Tafsiran persalinan
Dengan rumus hukum Naegele (untuk siklus 28 hari):
·         (+7) untuk tanggal HPHT
·         (-3) untuk bulan HPHT
·         (+1) untuk tahun HPHT
  1. Untuk siklus 35 hari, menjadi :
·         (+14) untuk tanggal HPHT
·         (-3) untuk bulan HPHT
·         (+1) untuk tahun HPHT
Tabel 5. Tafsiran Berat Janin
Tafsiran berat janin
umur dalam bulan
Dalam menentukan umur janin panjangnya dalam cm (HAASE)
Beratnya dalam gram
(menurut Struber)
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
5 bulan
6 bulan
7 bulan
8 bulan
9 bulan
10 bulan
12
22
32
42
52
6 x5
7x5
8x5
9x5
10x5
-
1,1
14,2
108
316
630
1045
1680
2478
3408



·         Menentukan TBJ
Rumus niswander( bila kepala belum masuk PAP)
1,2(TFU-7,7) X100± 150 gram
·         Rumus Jhonsoon Tausack ( apabila kepala sudah masuk PAP)
(TFU-12) x155 gram

2.6.  Konsep Dasar Emesis Gravidarum
Emesis gravidarum adalah keluhan umum yang disampaikan pada kehamilan muda. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita. Karena terdapat peningkatan hormone esterogen, progesterone dan dikeluarkannya human chorionic gonadothropine placenta. Hormone-hormon inilah yang diduga menyebabkan emesis gravidarum (Manuaba, 1998). Muntah biasanya disertai dengan mual,tapi tidak selalu demikian. Mual merupakan perasaan yang diakui secara sadar tentang terjadinya eksitasi yang tidak disadari pada pusat muntah didalam medulla oblongata atau didaerah yang dekat dengan pusat muntah tersebut (Guyton, 1996).
Muntah merupakan serangkaian gerakan komplek mengeluarkan isi usus ketika salah satu bagiannya mengalami iritasi atau distensi. Komponen sensorik dan motorik reflek muntah diatur oleh system saraf otonom. Pengaturan ini menimbulkan perasaan seperti “ mau muntah”. Muntah juga biasanya disertai dengan sekresi saliva, perspirasi, pucat, penurunan tekanan darah, takikardia dan respirasi yang tidak teraturdisamping perasaan subjektif. Stasis lambung biasanya mendahului muntah. Untuk mengeluarkan isi lambung, esophagus bagian bawah dan lambung bagian atas harus mengadaakan relaksasi sementara deudonom dan lambung bagian bawah berkontraksi. Lambung akan mengalami kompresi antara diafragma dan dinding abdomen.
Pada kehamilan tanpa mual dan muntah, resiko terjadinya abortus spontan atau partus prematurus lebih tinggi (Beischer et al, 1997)
a.    Penyebab muntah (dengan contoh)  
Pusat muntah dipengaruhi oleh:
1.    CTZ (chemoreceptor trigger zone) yang mendeteksi
2.    Nucleus vestibularis yang mendeteksi
3.    Pusat-pusat yang lebih tinggi yang mendeteksi
4.    System Saraf Otonom yang mendeteksi
5.    Kenaikan Tekanan Intrakranial ( mis, pre-eklampsia/ eklampsia)
b.    Gejala klinis
1.      kepala pusing (terutama pagi hari )
2.      disertai mual muntah sampai kehamilan berumur 4 bulan.
c.    Konsekuensi muntah
1.      dehidrasià resiko peÃŽ trombosit
2.      gangguan keseimbangan elektrolità kelemahan tubuh
3.      ganguan keseimbangan PH
4.      pembentukan keton
5.      resiko hipotensi
6.      distress psikologis
7.      defesiensi vitaminà kegagalan hati
8.      malnutrisi, karies dentis ( bruton, 1996)
d.   Penanganan:
1.      komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tentang hamil muda yang selalu dapat disertai emesis gravidarum. Emesis gravidarum akan berangsur-angsur berkurang sampai umur kehamilan 4 bulan.
2.      dinasehatkan agar tidak cepat bangun dari tempat tidur, sehingga tercapai adaptasialiran darah menuju susunan saraf pusat.
3.      nasehatkan diet, dianjurkan makan dengan porsi kecil tetapi sering. Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung.
4.      konserfatif;
·      Vitamin yang diperlukan:
a.      Vitamin B komplek
b.     Mediamer B6, sebagai vitamin dan anti muntah
·      Pengobatan:
a.       sedatifa ringan: luminal 3x3 mg (barbiturate), valium.
b.      Anti mual-muntah: stimetil, primperan, emetrol, dan lainnya.
·      Nasehat pengobatan:
a.       Banyak minum air atau minuman lain.
b.      Hindari minuman atau makanan asam untuk menghindari iritasi lambung.
·      Nasehat control antenatal:
a.       pemeriksaan hamil lebih sering.
b.      segera datang bila terjadi keadaan abnormal (Manuaba, 1988)








BAB III
KONSEP MANAJEMEN KEBIDANAN

Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan harus dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu mengelola atau memanage segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang di harapkan. Oleh karenanya manajemen kebidanan dapat diartikan sebagai suatu metode proses berfikir logis sistematis. Sehingga manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.

3.1. Manajemen Kebidanan menurut Varney (1977) dalam Ayurai (2012)
A.  Pengertian
a.    Proses pemecahan masalah
b.    Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.
c.    Penemuan – penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis.
d.   Yang berfokus pada klien.

B.  Langka–langkah
Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Yang terdiri dari data subjektif data objektif. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Yang termasuk data subjektif antara lain biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan dan nifas, biopsikologi spiritual, pengetahuan klien.
Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil laboratorium da test diagnostic lain yang dirumuskan dalam data fokus. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesui dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi), Pemeriksaan penunjang (laboratorium, cacatan baru dan sebelumnya).
Langkah II : Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi ang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi.
Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, untuk melakukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien.
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi.
Langkah VI : pelaksanaan langsung asuhan dengan efesien dan aman
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efesien dan aman. Perencanaan ini bias dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.
Langkah VII : Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar akan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya.














BAB IV
PENERAPAN MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
DI PUSKESMAS BELAKANG SOYA
(7 LANGKAH VARNEY)

No. Register                : -
Tanggal masuk            : 10-04-2012
Jam                              : 10.00 wit
Diterima oleh              : Bidan dan Mahasiswi

A.  Data Subjektif
1.    Identitas Klien
Nama ibu     
Umur             
Pendidikan   
Suku/Bangsa
Agama         
Alamat         
Pekerjaan   
: Ny. Stevani Maspaitela
: 26 tahun
: SMA
: Ambon/Indonesia
: Kristen Protestan
: Karpan
: Ibu Rumah Tangga
Nama ibu     
Umur             
Pendidikan   
Suku/Bangsa
Agama         
Alamat         
Pekerjaan  
: Tn. Riki Maspaitela
: 28 tahun
: SMA
: Ambon/Indonesia
: Kristen Protestan
: Karpan
: PNS

2.    Kunjungan saat ini
: kunjungan ulang
3.    Keluhan utama
: ibu mengatakan datang untuk periksa karena ibu mengeluh muntah 3 kali sehari terutama pada pagi hari
4.    Riwayat kehamilan sekarang
a.    HPHT
: ?-Januari-2012
b.    TP
: ?-Oktober-2012
c.    Umur kehamilan menurut HPHT
: 12 minggu
·     Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan ke-2 dan tidak pernah keguguran
·     Ibu pernah mendapatkan informasi (HE) tentang : perubahan-perubahan fisiologi ibu hamil, kebutuhan-kebutuhan masa hamil, tanda-tanda bahaya hamil dan persiapan kehamilan
5.    Riwayat mensturasi
a.    Menarche
b.    Siklus
c.    Banyaknya
d.   Lamanya
e.    Konsisten
f.     Dismenorhoe
g.    Flour albus
: 13 tahun
: 28 hari
: 3 pembalut/hari
: 5 hari
: ada gumpalan di hari I dan ke II, selanjutnya encer
: tidak
: tidak



 
6.    Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Tabel 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu
Tgl/thn
Per
salinan
Usia kehamilan
(Minggu)
Jenis per
salinan
Penolong
Anak
Jenis
kelamin
BB
(Kg)
PB
(Cm)
H/M
Menetik
2006
Aterem
(36-40)
Normal
Bidan
P
2,8
51
H
-

7.    Riwayat kesehatan lalu
: ibu tidak pernah menderita TBC, hipertensi, asma, hepar, DM dll
8.    Riwayat kesehatan keluarga
: di dalam keluarga ibu, tidak ada riwayat penyakit kronis maupun penyakit menular seperti ; TBC, hepar, DM dll. Di dalam keluarga ibu tidak ada kehamilan kembar
9.    Riwayat Keluarga Berencana
: ibu mengatakan bahwa pernah menggunakan KB suntik
10.     Riwayat sosial-ekonomi
a.    .status pernikahan
: menikah (sah)
b.    Respon terhadap kehamilan
: ibu dan suami merasa senang dengan kehamilan sekarang
c.    Pengambilan keputusan dalam keluarga
: suami dengan persetujuan isteri
11.     Pola kegiatan sehari-hari
a.    Nutrisi
1.  Sebelum hamil
2.  Selama hamil

: ibu mengatakan bahwa makan 3 kali sehari (nasi, ikan dan sayur), minum air putih 7-8 gelas per hari
: ibu mengatakan bahwa porsi makan ibu berkurang
b.    Istirahat
1.    Sebelum hamil
2.    Selama hamil

: ibu mengatakan pada malam hari ibu istirahat dari jam 21.00-05.00 (8 jam), pada siang hari ibu istirahat dari jam 14.00-16.00 (2 jam).
: ibu mengatakan pada malam hari ibu istirahat dari jam 22.00-05.00 (7 jam), tetapi sedikit terganggu karena sering bangun untuk kencing. Pada siang hari ibu istirahat dari jam 14.30-16.00 (1,5 jam).
c.    Eliminasi
1.    Sebelum hamil


2.    Selama hamil

: ibu mengatakan BAB 2 kali sehari, konsistensi lembek berwarna kuning, berbau khas dan tidak ada gangguan saat BAB, BAK 4-5 kali sehari, dengan air kencing yang berwarna putih kekuningan dan tidak ada gangguan.
: ibu mengatakan BAB 1 kali sehari, padat, berwarna kuning, berbau khas dan tidak gangguan saat BAB. BAK 5-7 kali sehari dengan air kencing yang berwarna putih kekunigan dan tidak ada gangguan.


d.   Aktivitas  
1.    Sebelum Hamil

2.    Selama hamil

: ibu mengatakan bahwa kegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, mengurus suami, memasak dan beres-beres rumah serta mencuci.
: ibu mengatakan bahwa kegiatan ibu semakin berkurang, ibu hanya mengurus suami
e.    Hubungan seksual
1.    Sebelum hamil
2.    Selama hamil



: ibu mengatakan bahwa sebelum hamil biasanya 3-4 kali seminggu

: ibu mengatakan mengurangi dengan alasan ibu tidak terlalu bergairah karena merasa khawatir dengan bayi yang dikandungnya sehingga kadang seminggu hanya 1 kali tapi ada juga yang tidak sama sekali
f.     Kebersihan diri
1.    Sebelum hamil

2.    Selama hamil


: ibu mengatakan bahwa sebelum hamil ibu mandi 2-3 kali sehari dan sikat gigi 2-3 sehari, keramas 3 kali seminggu, mengganti celana dalam 2 kali sehari atau jika terasa lembab
: ibu lebih menjaga kebersihan dirinya
g.    Kesehatan
1.    Sebelum hamil

2.    Selama hamil
1.       

: ibu mengatakan jika mengalami gangguan kesehtan seperti pusing, diare, ibu tidak langsung ke dokter tetapi minum obat-obatan yang biasa jual di toko-toko atau apotik.
: ibu mengatakan jika mengalami gangguan kesehatan, ibu tidak lagi membiasakan minum obat yang dijual bebas tetapi ibu memilih berkonsultasi/berobat ke dokter/bidan.

B.  Data Objektif
1.    Pemeriksaan umum
a.    Keadaan umum
b.    Kesadaran
c.    Tinggi badan
d.   LILA
e.    Berat badan sekarang
f.     Berat badan sebelumnya
g.    Tanda-tanda vital
·      TD
·      RR
h.    Kedaan emosional
: baik
: composmentis
: 157 cm
: 23,5 cm
: 50 kg

: 49 kg



: 110/80 mmHg
: 22 x/ menit
: ibu tampak tenang dan komunikatif
2.    Pemeriksaan umum
a.    Kepala
b.    Muka
c.    Mata

d.   Hidung
e.    Mulut
f.     Telinga
g.    Leher

h.    Payudara

i.      Abdomen
: hitam, tidak rontok, lebat, kebersihan terjaga, tidak ada benjolan.
: simetris, cloasma gravidarum (+), tidak odem, pucat
: simetris, konjingtuva agak pucat, tidak icterus, tidak juling, penglihatan normal.
: simetris, penciuman baik, tidak ada polip
: tidak terdapat carises, tidak stomatitis, lidah bersih
: simetris, bersih, pendengaran baik, tidak ada serumen
: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tidak ada pembesaran vena jagularis
: simetris kiri-kanan, terddapat ASI, puting susu menonjol, mammae membesar, tidak nyeri saat ditekan dan tidak ada benjolan.
: simetris, membesar sesuai umur kehamilan

Palpasi
Leopold I
Leopold II
Leopold III
Leopold IV
: TFU 2 jari di atas simpisis sepusat
: balatomen
: balatomen
: balatomen
Auskultasi
·      DJJ
·      Frekuensi
: -
: -
j.      Vulva/vagina
k.    Ekstremitas
·      Atas
·      bawah

: tidak ada varices dan tidak oedem

: simetris kiri-kanan dan tidak oedem pada jari-jari tangan
: simetris kiri-kanan, tidak ada varices, tidak ada oedem, reflek patela (+) kiri dan kanan
3.    Pemeriksaan Penunjang
a.    Golongan darah
b.    HB
: -
: 11 gr %

C.  Assesment
1.    Diagnosa
: GP1A0, hamil 12 minggu
Data Dasar
a.    DS


b.    DO

: ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang ke-2 dan tidak pernah keguguran
: HPHT ?-Januari-2012
: TFU 2 jari di atas simpisis sepusat
: TTD (tekanan darah 110/80 mmHg), RR 22 x/menit
: HB 11 gr %
: TB 157 cm
2.    Masalah
: banyak meludah, nafsu makan berkurang dan mual
3.    Kebutuhan
: pemeriksaan kehamilan
: pemberian HE
: pemberian therapy
4.    Diagnosa/masalah potensial
: hipermesis gravidarum
5.    Tindakan segera/kolaborasi
: -


D.  Planning
Tanggal 10-04-2012, jam 10.00 wit
1.      Intervensi

a.    Beritahu hasil pemeriksaan
·      Rasional
: informasi hasil pemeriksaan penting diketahui oleh ibu karena dapat memberikan kepuasan psikis tentang perkembangan kehamilan dan kondisi janin dalam uterus
b.    Beritahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu
·      Rasional
: dengan informasi tersebut maka ibu dapat mengetahui lebih dini tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan apabila timbul salah satu dari tanda-tanda bahaya tersebut maka ibu atau keluarga dapat segera menghubungi tenaga kesehatan (bidan) atau rumah sakit terdekat untuk penanganan segera
c.    Anjurkan agar ibu merawat mulut
·      Rasional
: untuk mengurangi pengeluaran air ludah sehingga memberikan kenyamanan pada ibu
d.   Anjurkan ibu untuk menghindari makanan dan minuman asam pedas
·      Rasional
: menghindari peningkatan asam lambung yang akan menyebabkan mual muntah yang berlebihan
e.    Nasehatkan ibu makan sedikit tapi sering
·      Rasional
: untuk mengurangi mual muntah dan mencegah kekurangan nutrisi sehingga kedaan ibu tidak semakin lemah
f.     Nasehatkan ibu makan makanan bergizi, seimbang dan beragam
·      Rasional
: untuk mencegah ibu mengalami anemi/kurang gizi karena ibu mengalami muntah
g.    Nasehatkan agar ibu tidak cepat bangun dari tempat tidur
·      Rasional
: agar tercapai adaptasi aliran darah menuju susunan saraf pusat saat ibu bangun tidur sehingga ibu tidak mengeluh pusing
h.    Berikan therapy calac, Bcom, dan B6.
·      Rasional
: calac digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan kalsium
: Bcom untuk menjaga daya tahan tubuh dan menambah nafsu makan
: B6 untuk mencegah terjadinya mual

2.    Implementasi
Tanggal 10-04-2012, jam 10.15 wit
a.     Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu, yakni: umur kehamilan 12 minggu, berat badan 50 kg, tekanan darah 110/80 mmHg,RR 22x/menit dan TB 157 cm
·         Hasilnya
: ibu mengetahui dan mengerti dengan penjelasan yang diberikan
b.     Menginformasikan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan kepada ibu yang meliputi: perdarahan pervagina, penglihatan kabur, nyeri pada perut yang sangat hebat, kurangnya pergerakan janin, sakit kepala yang sangat hebat, bengkak pada wajah, tangan dan jari-jari tangan serta kaki.
·         Hasilnya
: ibu memperhatikan dengan serius dan dapat mengulang 3 dari tanda bahaya yang dijelaskan.
c.    Memberitahu kalau mual muntah di pagi hari adalah suau proses normal dalam kehamilan pada trimester pertama selama tidak lebih dari 5-7 kali dalam sehari
·         Hasilnya
: ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
d.   Menganjurkan ibu untuk merawat mulut agar pengeluaran air ludah berkurang
·         Hasilnya
: ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan
e.    Menganjurkan ibu untuk menghindari makanan dan minuman asam agar asam lambung tidak meningkat karena bisa menyebabkan mual muntah yang berlebih
·         Hasilnya
: ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan
f.     Menasehatkan ibu makan sedikit tapi sering untuk mengurangi rangsangan muntah dan mencegah kekurangan nutrisi sehingga ibu janin tetap sehat
·         Hasilnya
: ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan
g.    Menasehatkan ibu makan makanan yang bergizi (4 sehat 5 sempurna) agar ibu tidak anemia/kurang gizi karena pemberian Fe dihentikan agar ibu tidak mengeluh mual muntah sebab Fe berbau amis
·         Hasilnya
: ibu mengerti dan mau mengikuti anjuran yang diberikan
h.    Menasehatkan ibu agar tidak cepat bangun dari tempat tidur agar tercipta adaptasi aliran darah ke sistem saraf pusat sehingga ibu tidak mengeluh pusing
·         Hasilnya
: ibu mengerti dan mau mengikuti anjuran yang diberikan
i.      Memberikan therapi calac 2x1/hari, Bcom 2x1/hari, dan B6 2x1/hari
·         Hasilnya
: ibu telah mendapatkan therapi
j.      Menganjurkan ibu kontrol 1 bulan lagi atau jika ada keluhan lain, untuk memantau keadaan ibu dan janin sehingga tidak terjadi keluhan yang memperburuk kondisi ibu dan janin
·         Hasilnya
: ibu mengatakan akan kembali kontrol

3.    Evaluasi
Tabel 7. SOAP
Subjektif
: ibu mengatakan hamil kedua
: ibu mengatakan usia kehamilan ibu 3 bulan
: ibu mengatakan mual-muntah berkurang sekitar 1-2 kali sehari
: HPHT ?-januari 2012
: TP ?-Oktober 2012
Objektif
Leopold I
K/U
tekanan darah
berat badan
tinggi badan
RR
: 2 jari di atas simpisis sepusat
: baik
: 110/80 mmHg
: 50 kg
: 157 cm
: 22x/rmenit
Assesment
Diagnosa

: GP1A0, UK 12 minggu, KU ibu dan janin baik dengan emesis gravidarum
Planing
1.   Jelaskan bahwa emesis gravidarum adalah fisiologis dan dapat ditangani dengan mudah
2.   Anjurkan agar ibu tetap menjaga kebersihan mulut
3.   Anjurkan agar ibu menghindari makanan dan minuman asam pedas
4.   Nasehatkan ibu makan sediit tapi sering
5.   Nasehatkan ibu makan-makanan bergizi seimbang dan beragam
6.   Nasehatkan agar ibu tidak cepat bangun dari tempat tidur
7.   Anjurkan ibu kontrol 1 bulan lagi atau jika ada keluhan lain



BAB V
PENUTUP

5.1.  Penutup
            Kasus yang ditemukan pada pasien GP1A0 dengan umur kehamilan 12 minggu dengan emesis gravidarum yang menyertai kehamilannya. Kasus ini memerlukan perhatian agar tidak berlanjut pada hiperemesis gravidarum suatu gejala fisiologis tapi merupakan suatu komplikasi dari emesis. Untuk itu pelayanan yang diberikan harus sesuai, tepat dan cepat. Agar menghindari kemungkinan yang buruk akan terjadi. 

5.2. Saran
Pasien hendaknya mau mendengarkan dan melaksanakan setiap informasi dan saran yang diberikan oleh bidan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, dan juga pasien hendaknya tetap memeriksakan keadaannya selama masa nifas kepada bidan.













 
DAFTAR PUSTAKA

Ayurai, 2012. Konsep Kebidanan. http://ayurai.wordpress.com. Diakses tanggal 26 Maret 2012

Manuaba, I. 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungandan keluarga berencana. Jakarta : EGC

Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan. YBP-SP: Jakarta





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar