PBAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu keadaan di mana terjadi perubahan fisiologis dan terjadi secara berkesinambungan dalam prosesnya. Pada manusia terdapat 46 kromosom dengan rincian 44 dalam bentuk autosom sedangkan yang lain sebagai pembawa tanda seks. Wanita selalu resesip dengan tanda kromosom X, sedangkan laki-laki dengan bentuk Y. Suatu kehamilan akan terjadi bila sperma bertemu dengan ovum yang kemudian akan membentuk zigot (Pustpitasari, 2009).
Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil mengalami kemajuan dengan pesat. PBB melalui WHO dan UNICEF-nya membantu BKIA diseluruh dunia dengan uang, obat-obatan, tenaga terampil dan peralatan (Sinopsis Obstetri, 1998 dalam Laifa, 2011). Oleh karenanya seorang ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan seperti bidan/dokter pada Puskesmas/Rumah Sakit terdekat, dengan tujuan untuk mendapatkan kehamilan yang optimal agar ibu dan bayi selamat dan juga sehat .
Seperti telah diketahui bersama bahwa angka kematian lbu hamil dan melahirkan masih sangat tinggi karena: terlambat rnengenali bahaya, terlambat untuk dirujuk dan terlambat mendapat pertolongan yang memadai. Selain itu status gizi ibu yang memprihatinkan, ibu hamil kurang gizi kronik, periksa hamil tidak teratur, tidak pemah periksa hamil, periksa hamil terlambat, dan persalinan ditolong oleh dukun.
Dalam mengklasifikasikan ibu hamil dalam status resiko ringan, sedang dan berat tidak bisa dijadikan patokan lagi, karena semua ibu harnil beresiko tinggi. Karena itu, Asuhan Antenatal Care sangat penting dan berguna untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu hamil maupun bayinya.
Maka dari uraian diatas penulis ingin membahas secara singkat tentang asuhan yang diberikan pada ibu selama hamil khususnya dengan kehamilan normal yang secara langsung akan implementasikan pada pasien. Adapun gambaran secara umum dari seorang wanita yang hamil dengan keharnilan normal yakni ibu sehat, tidak ada riwayat obsteri buruk. Ukuran uterus sama/sesuai usia kehamilan, pemeriksa fisik dan laboratorium normal.
1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal/pelayanan ANC.
1.2.2. Tujuan khusus
a. Melakukan pengkajian data pada ibu hamil.
b. Membuat diagnosa berdasarkan data klien.
c. Membuat rencana tindakan asuhan pada ibu hamil.
d. Mengevaluasi atas tindakan yang dilakukan.
1.3 Ruang Lingkup
Asuhan kebidanan ini dilaksanakan sesuai dengan program dari tempat pendidikan, tempat praktek yang ditujukan adalah Puskesmas Belakang Soya_Ambon.
1.4 Metode Penulisan
a. Konsep teori
b. Konsep Manajemen kebidanan
c. Penerapan manajemen kebidanan (7 langkah Varney)
BAB II
KONSEP TEORI
2.1. Defenisi Kehamilan
Kehamilan adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa yang biasanya berlangsung di ampula tuba. Masa dimulai dari kontrasepsi sampai janin lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari pertama haid terakhir (Sarwono, 2000).
2.2. Tanda dan Gejala Kehamilan
Berikut merupakan tanda dan gejala kehamilan menurut Sarwono (2008)
A. Tanda-tanda kehamilan
a. Adanya pigmentasi kulit atau garis-garis hipo
b. Adanya pembesaran payudara
c. Ada rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis
d. Amenore atau tidak datangnya haid
e. Frekuensi buang air kecil meningkat
f. Pada perubahan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin
g. Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin
h. Pada pemeriksaan USG dilihat gambar janin
i. Pada pemeriksaan roentgen terlihat gambaran kerangka janin
B. Gejala kehamilan
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Biasanya gejla yang timbul pada kehamilan seperti: 1) mual dengan di ikuti muntah atau pun tidak sering terjadi bulan pertama kehamilan.mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal-hal yang lain.gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal. 2) kencing terutama bila kehamilan sudah besar. 3) kadang-kadang wanita hamil bias pingsan dikeramaian terutama pada bulan awal kehamilan. 4) tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual-mual diatas.
2.3. Perubahan Fisiologi pada saat Kehamilan:
2.3.1. Uterus
Uterus semula beratnya 30 gram menjadi 1000 gram, pada saat terakhir kehamilan otot rahim mengalami hyperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
Tabel 1. Besaran Uterus dan TFU
| Akhir Bulan | Besar Uterus | Tinggi Fundus Uteri |
| 1 | Lebih besar dari biasa | Palpasi belum teraba |
| 2 | Telu bebek | Dibelakang sympisis |
| 3 | Telur angsa | 1-2 jari diatas simpisis |
| 4 | Kepala bayi | Pertengahan sympisis-pusat |
| 5 | Kepala dewasa | 2-3 jari dibawah pusat |
| 6 | Kepala dewasa | Kira-kira setinggi pusat |
| 7 | Kepala dewasa | 2-3 jari diatas pusat |
| 8 | Kepala dewasa | Pertengahan pusat-proc. Xyphoideus |
| 9 | Kepala dewasa | Tiga jari dibawah Px atau setinggi Px |
| 10 | Kepala dewasa | Sama dengan usia kehamilan 8 bulan namun melebar kesamping |
2.3.2. Cervic Uteri
Terjadinya peningkatan hormone yang menyebabkan hipersekresi kelnjar cervic hingga cervic menjadi lunak. Perubahan penting pada service dalam kehamilan ialah menjadi lunaknya service. Gejala ini sudah dapat ditentukan sebulan setelah konsepsi dan merupakan tanda kehamilan yang harus diketahui. Pada akhir kehamilan, service menjadi lunak sekali dan portio menjadi pendek.
2.3.3. Vagina
Mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiruan ( tanda chatwick)
2.3.4. Ovarium
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung corpus lueteum gravidum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur kehamilan 16 minggu
2.3.5. Payudara
Mengalami pertumbuhan dan perkambangan sebagai persiapan member ASI, pada saat laktasi perkambangan payudar dipengaruhi oleh hormone saat hamil yaitu estrogen, progesterone dan somatomamotropin
Penampakan payudara pada ibu hamil:
a. Payudara menjadi besar dan tegang
b. Areola payudara makin hitam
c. Putting susu makin menonjol
2.3.6. Sirkulasi Darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta uterus yang membesar dengan pembuluh- pembuluh darah yang membesar pula. Volume darah ibu hamil bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hichemia. Meskipun ada penambahan volume eritrosit secara keseluruhan tetapi penambahan volume plasma jauh lebih besar sehingga konsentrasi Hb dalam darah makin rendah
Batas- batas Fisiologis ialah:
a. Hb 10 gr %
b. Eritrosit 3,5 juta/
c. Leucocyt 8000- 10.000/
2.3.7. Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilan tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan napas pendek. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu, oleh karena usus- usus tertekan kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak
2.3.8. Traktus Digestivus
Pada bulan- bulan pertama kehamilan, morning sickness akibat kadar hormone estrogen yang meningkat, tonus otot- otot uterus traktus digestivus menurun sehingga motalitas seluruh traktus digestivus juga berkurang
2.3.9. Traktus Urinarius
Dalam kehamilan ureter kana dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih besar dari ureter kiri karena lebih banyak tertekan disbanding ureter kiri. Hal ini disebabkan uterus lebih sering memutar kearah kanan atau letak kolon dan sigmoid berada di belakang kiri uterus
2.3.10. Kulit
Pada kulit terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola mammae, papilla mammae dan linea alba. Hiperpigmentasi juga terdapat pada pipi yang disebut cloasma gravidarum. Hiperpigmentasi ini dipengaruhi MSH meningkat
2.3.11. Pertukaran Zat
a. Wanita hamil bertambah BB
b. Dalam triwulan pertama penambahan BB 1 kg
c. Dalam triwulan kedua penambahan BB 5 kg
d. Dalam triwulan ketiga penambahan BB 5,5 kg
Tabel 2. Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida
| No | Primigravida | Multigravida |
| 1 | Payudara tegang | Payudara lembek menggantung |
| 2 | Putting susu runcing | Putting susu tumpul |
| 3 | Perut tegang dan menonjol kedepan | Perut lembek dan tegang |
| 4 | Vulva tertutup, perineum utuh | Vulva menganga, perineum berparut |
| 5 | Vagina sempit, teraba rugae | Vagin alonggar, selaput lendir licin |
| 6 | Strie lividae | Strie lividae dan strie albican |
| 7 | Portio runcing, ost. Ext. Tertutup | Porti tumpul dan terbagi dalam bibir depan dan bibir belakang |
Keluhan-keluhan yang terjadi pada ibu hamil
a. Mual muntah biasanya timbul pada bulan kedua dan ketiga, menghilang setelah memasuki trimester kedua
b. Sakit pinggang yang sebagian besar disebabkan karena perubahan sikap badan pada kehamilan lanjut, karena titik berat badan pindah kedepan disebabkan perut yang membesar
c. Timbulnya varises, hal ini dapat dipengaruhi oleh factor keturunan, berdiri lama, dan usia
d. Sakit kepala disertai oedema
e. Sesak napas, disebabkan rahim membesar mendesak diafragma keatas
f. Flour albus (keputihan)
2.4. Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan hendaknya dilakukan sedini mungkin yaitu dengan segera setelah seorang wanita merasakan dirinya hamil, agar petugas kesehatan memiliki waktu yang cukup banyak untuk mengobati keadaan- keadaan yang kurang baik.
Jadwal Pemeriksaan adalah:
a. Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid
b. Periksa ulang:
· Setiap bulan sampai umur kehamilan 6- 7 bulan
· Setiap 2 bulan sampai umur kehamilan 8 bulan
· Setiap 1 minggu sejak kehamilan 8 bulan sampai menjelang persalinan
c. Pemeriksaan khusus bila ada keluhan tertentu
2.5. Pemeriksaan
2.5.1. Pemeriksaan Umum
Tentang keadaan umum pasien, keadaan gizi, kelaianan bentuk badan, kesadaran, keadaan emosional, tanda- tanda vital, tinggi badan, BB, LILA, keadaan jantung, Oedema, reflex, pemeriksaan Lab.
2.5.2. Pemeriksaan Khusus Kebidanan (Status Obstreticus)
a. Inspeksi
a. Muka
Adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi.
b. Leher
Apakah vena terbendung di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membengkak.
c. Dada
Keadaan jantung, paru- paru, dan bentuk dada, pigmen putting susu, keadaan putting susu, adakah pengeluaran berupa colostrums.
d. Perut
Perut membesar kedepan atau kesamping, keadaan pusat, pigmentasi di linea alba, adakah strie gravidarum atau bekas luka, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim.
b. Palpasi
Maksudnya ialah Periksa raba yaitu untuk menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan serta menentukan letaknya anak dalam rahim.
Cara melakukan palpasi dengan Leopold:
a. Leopold I
Untuk menemukan tuanya kehamilan dengan mengukur TFU dan menentukan bagian apa yang terdapat di fundus.
Dengan cara
· Kedua kaki ibu ditekuk, pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu dan muka ibu
· Rahim dibawa ke tengah
· Menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus
b. Leopold II
Untuk menentukan dimana letak punggung janin dan menentukan dimana letak bagian- bagian terkecil janin.
Dengan cara:
· Kedua tangan dipindah kesamping
· Tentukan batas samping rahim kanan- kiri dan tentukan letak punggung janin.
· Terkadang disamping terdapat kepala atau bokong pada letak lintang.
c. Leopold III
Untuk menentukan apa yang terdapat pada bagian bawah perut ibu dan apakah janin sudah atau belum masuk PAP.
Dengan Cara:
· Gunakan satu tangan saja
· Tentukan bagian terbawah janin
· Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk PAP atau masih goyang.
d. Leopold IV
Untuk menentukan seberapa masuknya bagian terbawah janin masuk ke dalam rongga panggul.
Dengan Cara:
· Pemeriksaan berubah sikapnya melihat kearah kaki ibu
· Untuk menentukan seberapa jauh janin sudah masuk PAP
· Jika kita rapatkan kedua tangan pada bagian terbawah:
a) Kedua tangan convergent, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga panggul
b) Kedua tangan sejajar, maka separuh dari kepala masuk kedalam rongga panggul
c) Kedua tangan divergent, maka bagian terbesar dari kepala masuk ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar kepala sudah melewati PAP.
c. Auskultasi
Menggunakan stetoskop monoaural atau dengan menggunakan doptone. Bunyi jantung anak baru dapat didengar pada akhir bulan ke- 5. Dengan ultrasound (doptone) sudah dapat didengar pada akhir bulan ke- 3.
Frekuensi antara 120- 140 x/ menit.
a. Dari anak akan terdengar: bunyi jantung anak, bising tali pusat, gerakan anak.
b. Dari ibu terdengar: bising rahim, bunyi aorta, bising usus.
d. Perkusi
Untuk mengetahui refleksi patella
e. Periksa Dalam
Dilakukan jika ada indikasi untuk memantau kemajuan persalinan. Jadwal pemeriksaan kehamila yang teratur adalah sebagai berikut :
· Pemeriksaan pertama segera dilakukan setelah diketahui terlambat haid
· Periksa Ulang
a) Setiap bulan sampai umur kehamilan 6-7 bulan
b) Setiap 2 minggu-kehamilan berumur 8 bulan
c) Setiap satu minggu sejak kehamilan 8 bulan samapi menjelang persalinan
f. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan urine, protein dan darah
Terdiri dari:
a. Darah
· Hb
· Golongan Darah
b. Urine
· Protein
· Glukosa
g. Periksa Panggul
Keadaan panggul, terutama pada primigravida, karena panggulnya belum pernah di uji dalam persalinan. Sebaliknya pada multigravida anamnesa mengenai persalinan dulu dapat memberikan keterangan berharga mengenai keadaan panggul.
h. Pelayanan/ Asuhan Standar yang Diberikan
Pelayanan/ asuhan standar yang diberikan meliputi:
a. Timbang BB
Kenaikan BB rata- rata selama hamil 9- 13,5 kg yang terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Sedangkan kenaikan BB pada TM III minimal 0,5 kg/mgg. Bila kenaikan BB<> 13,5 kg harus dilakukan pemantauan yang cermat. Peningkatan BB tersebut disebabkan oleh:
· Janin : 3- 3,5 kg
· Plasenta : 0,5 kg
· Air ketuban : 1 kg
· Rahim : 1 kg
· Timbunan lemak : 1,5 kg
· Retensi air garam : 1,5 kg
b. Ukuran TD
Tekanan darah diukur setiap kali kunjungan. Kenaikan tekanan darah sistolek 30 mmHg dan tekanan diastole 15 mmHg dari tekanan yang biasanya, atau mencapai 140 mmHg yang dilakukan minimal 2 x dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Kemungkinan adanya gejala pre- eklamsi.
c. Ukur TFU
Pengukuran TFU untuk melihat pertumbuhan janin. Pengukuran menggunakan meteran biasanya sangat membantu. Bagian terpenting dalam mengukur TFU adalah mengidentifikasi puncak simpisis dan fundus, upayakan mengukur tepat. TFU diukur dalam cm dan mulai diukur pada kehamilan 12 mgg. TFU pada umur kehamilan 40 mmg sama tingginya dengan umur kehamilan 32 mgg sebab sebagian terbawah janin masuk PAP.
Tabel 3. TFU dan Umur Kehamilan
| Tinggi Fundus Uteri | Umur Kehamilan |
| 1/3 diatas simfisis 12 minggu ½ simfisis-pusat 16 minggu 2/3 diatas simfisis 20 minggu Setinggi pusat 24 minggu 1/3 di atas pusat 28 minggu ½ pusat- Px 34 minggu Setinggi Px 36 minggu Dua jari (4cm) di bawah Px 40 minggu | 12 minggu 16 minggu 20 minggu 24 minggu 28 minggu 34 minggu 36 minggu 40 minggu |
d. Pemberian Imunisasi TT
Imunisasi TT diberikan 2 x selama hamil, TT 1 diberikan pada kunjungan pertamadan kemudian pada interval 4 minggu diberikan imunisasi TT ke- 2. Bila telah menerima TT 2 kali pada kehamilan terdahulu, maka hanya diberi TT 1 kali imunisasi. TT bertujuan melindungi ibu dan bayi dari penyakit tetanus.
Tabel 4. Antigen, Interval dan Lama Perlindungan
| Antigen | Interval | Lama Perlindungan | % Perlindungan |
| TT I | Pada kunjungan antenatal pertama | - | - |
| TT II | 4 mgg setelah TT I | 3 thn | 80 % |
| TT III | 6 bln setelah TT II | 5 thn | 95 % |
| TT IV | 1 thn setelah TT III | 10 thn | 99 % |
| TT V | 1 thn setelah TT IV | 25 thn/ seumur hidup | 99 % |
Ket: Artinya apabila dalam waktu 3 tahun pus tersebut melahirkan maka bayi yang dilahirkan terlindung dari TN.
e. Pemberian Tablet Zat Besi, minimal 90 tablet selama kehamilan
Dimulai dengan pemberian 1 tablet sehari segera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg. minimal masing- masing 90 tablet, tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi karena akan mengganggu penyerapan.
f. Tes terhadap PMS
Bidan dapat melakukan tes PMS dengan cara:
· Anamnesa untuk mengetahui adanya keluhan atau tanda gejala ada penyakit tertentu.
· Pemeriksaan inspekulo untuk melihat genitalia bila ada indikasi dan rujuk untuk pemeriksaan Lab.
- Tafsiran persalinan
Dengan rumus hukum Naegele (untuk siklus 28 hari):
· (+7) untuk tanggal HPHT
· (-3) untuk bulan HPHT
· (+1) untuk tahun HPHT
- Untuk siklus 35 hari, menjadi :
· (+14) untuk tanggal HPHT
· (-3) untuk bulan HPHT
· (+1) untuk tahun HPHT
Tabel 5. Tafsiran Berat Janin
| Tafsiran berat janin umur dalam bulan | Dalam menentukan umur janin panjangnya dalam cm (HAASE) | Beratnya dalam gram (menurut Struber) |
| 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan 10 bulan | 12 22 32 42 52 6 x5 7x5 8x5 9x5 10x5 | - 1,1 14,2 108 316 630 1045 1680 2478 3408 |
· Menentukan TBJ
Rumus niswander( bila kepala belum masuk PAP)
1,2(TFU-7,7) X100± 150 gram
· Rumus Jhonsoon Tausack ( apabila kepala sudah masuk PAP)
(TFU-12) x155 gram
2.6 Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil dan Penatalaksanaannya
Hamil adalah karunia terindah bagi seorang wanita. Mendapati hasil positif saat tes kehamilan merupakan saat yang membahagiakan, namun menjalani sembilan bulan masa kehamilan adalah hal yang sama sekali berbeda. Beberapa wanita hamil memiliki periode kehamilan yang menyenangkan, sementara lainnya mengalami masa kehamilan yang berat. Beberapa masalah yang kerap timbul saat hamil diantaranya:
A. Alergi dan Penyakit Kulit
Alergi bisa muncul dalam bentuk gatal-gatal, bersin-bersin, diare, batuk, sampai sesak napas (asma). Hal ini disebabkan kehamilan membuat kekebalan tubuh ibu menurun. Belum lagi adanya perubahan kadar hormon progesteron yang akan mempermudah munculnya alergi. Peurigo gestationalis adalah satu penyakit kulit yang kerap menyerang ibu hamil. Gejalanya berupa beruntusan dan gatal-gatal pada seluruh tubuh. Keluhan ini biasanya muncul di trimester kedua atau ketiga. Apa yang menjadi penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui.
B. Penyakit Saluran Pernafasan
Penyakit saluran pernapasan yang kerap muncul adalah influenza, radang tenggorok, pneumonia, dan tuberkulosis. Penyebabnya dengan makin besarnya kandungan, diafragma atau sekat rongga dada pun kian tertekan ke atas. Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih sempit, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang tersengal-sengal.
C. Gangguan Jantung
Penyakit ini bisa terjadi karena sewaktu hamil terjadi perubahan drastis pada tubuh ibu yang menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah, yang membuat kerja jantung jadi lebih berat. Oleh karena itu, selama hamil perhatikan tanda-tanda adanya gangguan jantung ini. Biasanya ibu gampang capek, baru melakukan aktivitas ringan saja napasnya sudah tersengal-sengal. Lainnya adalah penyempitan ataupun kebocoran pada katup jantung. Penyakit ini 80%-nya disebabkan penyakit jantung rematik. Perubahan sistem imun sebagai reaksi tubuh terhadap kuman penyebab infeksi yang masuk jauh-jauh hari sebelum ibu hamil itulah menjadi penyebabnya. Bisa saja penetrasi kuman terjadi saat ibu masih anak-anak atau remaja. Sekalipun begitu, dengan antenatal care penyakit jantung katup bisa dideteksi. Asalkan bidan atau dokter yang menanganinya cermat saat melakukan anamnesa maupun pemeriksaan kesehatan secara umum. Terlebih pada mereka yang mengalami kehamilan kembar ataupun punya riwayat keluarga yang mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan.
D. Anemia
Penyakit anemia defisiensi besi memang paling sering dialami ibu hamil. Masalahnya, saat hamil kebutuhan akan zat-zat makanan bertambah. Konsentrasi darah dan sumsum tulang pun berubah. Akibatnya, ibu hamil kekurangan zat besi dalam darahnya. Seperti kita tahu, semasa hamil dan menyusui kebutuhan zat besi meningkat tajam. Nah, kebutuhan zat besi akan bertambah sejalan dengan perkembangan janin, plasenta, dan peningkatan sel darah merah ibu. Anemia defisiensi besi paling banyak diderita ibu hamil yang justru membutuhkan asupan unsur besi dari makanan lebih dari biasanya. Bisa juga karena adanya gangguan pencernaan, sehingga unsur zat besi tidak diserap dengan baik oleh tubuh.
Gejala klinis anemia yang mudah dikenali adalah gampang lelah, lesu, sesak napas saat beraktivitas, kulit dan wajah pucat, mudah pusing, dan gampang pingsan. Kerja jantung pun meningkat sehingga denyutnya menjadi cepat. Jika kondisi jantung buruk, dapat berakibat gagal jantung. Bagi ibu hamil, pemeriksaan dilakukan paling lambat pada usia 3 bulan kehamilan.
Defisiensi besi diatasi dengan konsumsi suplemen zat besi dan asam folat selain konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam. Makanan terbaik yang mengandung zat besi adalah daging merah, hati, ginjal, telur, roti, sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran berwarna hijau. Daging merah mengandung zat besi yang mudah diserap tubuh. Agar penyerapannya optimal, zat besi sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C, karena vitamin C mampu membantu penyerapan zat besi.
E. Penyakit Saluran Pencernaan
a. Hipersalivasi atau produksi air liur berlebihan akibat pengaruh hormon estrogen. Gangguan ini tidak berbahaya.
b. Sariawan dan pembengkakan gusi. Penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut epulis ini disebabkan selain oleh perubahan hormonal juga perubahan imunologi berupa penurunan mekanisme daya tahan tubuh pada ibu hamil. Itu sebabnya ibu hamil mudah terserang penyakit, baik akibat infeksi virus, infeksi jamur, dan lainnya. Sariawan merupakan salah satu infeksi virus yang biasanya dipicu oleh luka akibat gigitan tidak sengaja atau sodokan sikat gigi. Mengatasinya, pakailah sikat gigi berbulu lembut. Gangguan ini pun pada dasarnya tidak membahayakan ibu maupun janinnya.
c. Mag atau gastritis. Akibat rasa mual yang ditimbulkan, ibu hamil biasanya jadi malas makan yang justru akan meningkatkan produksi asam lambung. Cara pencegahanya dengan makan teratur.
F. Hipertensi
Hipertensi atau penyakit darah tinggi terjadi karena adanya pembuluh darah yang menegang sehingga membuat tekanan darah meningkat. Gejala yang umum dialami:
a. Pusing dan sakit kepala
b. Bengkak di daerah tungkai
c. Bila dilakukan pemeriksaan laboratorium akan ditemui adanya protein yang tinggi dalam urin ibu.
d. Tekanan darah bisa mencapai 140/90 sementara batas normal untuk tekanan darah atas antara 100 – 120 dan tekana bawah 70 – 80
Ada ibu yang sudah mengidap hipertensi sebelumnya namun ada juga hipertensi yang justru baru terjadi saat hamil. Kondisi yang disebut terakhir inilah yang disebut dengan preeklamsia dan eklamsia. Preeklamsia biasanya terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu dan harus segera ditangani agar tak meningkat menjadi eklamsia yang tak saja bahaya buat ibu tapi juga janin.
Preeklamsia yang masih ringan ditandai dengan tekanan darah yang meninggi, protein yang berlebihan dalam urine, pembengkakan, serta kenaikan berat badan yang cepat. Gejala klinisnya, penglihatan menjadi kabur, perut terasa sakit atau panas, sakit kepala, serta denyut nadi yang cepat. Kecuali itu, bengkak karena preeklamsia tidak hanya terjadi di kaki, tapi juga pada wajah dan tangan. Nah, kalau terjadi pembengkakan di wajah atau tangan, segera periksakan diri untuk mengetahui apakah penyebabnya bersifat patologis atau fisiologis.
Risiko eklamsia sangat besar, ibu bisa mengalami kejang-kejang hingga tak terselamatkan. Tentunya jika ibu sampai tidak tertolong, janin pun bisa mengalami nasib yang sama. Kalaupun hidup, bisa terjadi kelahiran prematur, gagal ginjal, dan kerusakan hati. Selain itu, jika aliran darah ke janin berkurang, ia dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan.
G. Hipotensi
Ada juga ibu hamil yang mempunyai tekanan darah rendah (ukuran tekanan darah 90/60). Hanya saja hal ini tidak sampai berakibat fatal. Gejala yang dialami umumnya sama dengan hipertensi yaitu pusing-pusing dan sakit kepala disertai tubuh lemas. Hipotensi biasanya terjadi karena ibu kurang tidur atau kurang istirahat dan kecapekan.
Penanganannya cukup dengan banyak istirahat dan cukup tidur. Makanan berkolesterol tinggi selama porsinya tidak banyak boleh saja, begitu juga makanan yang bergaram atau asin.
2.7. Kebutuhan Ibu Hamil
2.7.1. Perawatan Payudara Saat Hamil
Perawatan payudara selama kehamilan menyumbang pengaruh besar untuk mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif. Kapan sebaiknya perawatan payudara mulai dilakukan? Ahli menganjurkan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Kalau sebelum itu, perangsangan pada puting malah bisa menimbulkan kontraksi rahim. Nah, di bawah ini adalah tata cara pelaksanaan perawatan payudara yang bisa ibu hamil lakukan sehari-hari. Jangan lupa, sejak usia kehamilan lima bulan.
a. Pemijatan
- Sebelumnya siapkan air hangat dan air dingin di wadah yang terpisah, minyak kelapa atau baby oil, handuk, dan kapas.
- Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat menggunakan minyak.
- Cara pemijatannya dengan menggunakan kedua tangan. Sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari pangkal menuju puting. Namun, puting tak perlu dipijat.
- Setelah itu ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari supaya sirkulasi darah bekerja baik.
- Selanjutnya bersihkan puting dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak akan melenturkan dan melembapkan puting.
- Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah.
- Keringkan payudara dengan handuk lembut. Kalau perlu oleskan pelembap atau krim anti stertch marks yang aman untuk mencegah rasa gatal akibat jaringan kulit merekah
sering membesarnya payudara.
b. Senam teratur
Payudara pun perlu dirawat dengan senam. Senam payudara berguna untuk memperkuat otot pektoralis yang berada di dada. Senam ini membantu mempertahakan kepadatan payudara dan merangsang produksi ASI menjadi lebih baik. Ada dua macam senam yang bisa ibu lakukan dan mudah di praktekkan. Berikut urutannya senam hamil :
- Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga otot-otot dasar payudara terasa tertarik. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
- Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.
c. Memakai bra yang pas
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa menyangga payudara dengan baik. Jangan gunakan yang terlalu ketat atau longgar. Bra yang terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan yang terlalu longgar akan membuat payudara tampak jatuh dan tidak nyaman kala dikenakan.
Bra untuk payudara yang sangat besar ada baiknya memakai penyangga kawat.
Bra untuk payudara yang sangat besar ada baiknya memakai penyangga kawat.
Sementara jika si ibu hamil tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka akan membuka peluang jamur untuk tumbuh. Pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat.
- Beberapa masalah payudara
1. Puting rata
Kelainan yang dikenal dengan retracted nipple ini penyebabnya belum diketahui. Cara mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinu yang dimulai kala kehamilan di atas 5 bulan. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. Setelah puting berhasil keluar, ibu harus rajin menyusui.
2. Puting lecet
Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. Untuk itu ketahui teknik menyusui dengan benar. Sebelum menyusui, usahakan puting selalu dalam keadaan kering lalu oleskan sedikit ASI pada puting. Ingat ASI memiliki zat-zat untuk mengusir kuman disekitar areola.
3. Saluran tersumbat
Saluran tersumbat biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak. Cara mengatasinya dengan selalu berusaha menyusukan ASI hingga payudara kosong. Massage-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut. Kemudian kompres dengan handuk yang telah direndam air hangat, selanjutnya kompres payudara dengan handuk yang telah direndam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan hilang.
4. Payudara bengkak
Penyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. Pembengkakan tak selalu terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. Mengatasinya, sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Kalau bayi merasa nyaman menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan.
5. Mastitis atau infeksi payudara
Ciri-cirinya bengkak, merah, dan terasa nyeri. Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. Massage tidak boleh dilakukan.
6. Payudara abses
Penanganan mastitis yang terlambat bisa mengakibatkan payudara abses. Jika sudah abses bayi tak boleh lagi menyusu dan mau tak mau, kulit bagian itu harus diinsisi/dibuka dengan operasi kecil untuk mengeluarkan nanahnya.
2.7.2. Nutrisi untuk Ibu Hamil
Bagi ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan yang harus diperhatikan adalah vitamin dan mineral karena penting bagi kesehatan dirinya dan janin. Nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan antara lain:
a. Protein, sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah.
b. Karbohidrat, dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari.
c. Kalsium, di masa kehamilan, kalsium penting untuk membantu pertumbuhan si jabang bayi.
d. Zat besi, amat penting dalam membantu proses produksi sel-sel darah merah, utamanya untuk mencegah timbulnya anemia.
e. Asam folik, berdasar beberapa temuan para pakar kesehatan, wanita hamil yang kekurangan asam folik besar risikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada janin.
f. Lemak, bagi wanita hamil, lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi tubuh, agar sebentar-sebentar tubuh tidak terasa lelah.
g. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran.
h. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji – bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
i. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
j. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
k. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
l. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu.
BAB III
KONSEP MANAJEMEN KEBIDANAN
Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan harus dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu mengelola atau memanage segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang di harapkan. Oleh karenanya manajemen kebidanan dapat diartikan sebagai suatu metode proses berfikir logis sistematis. Sehingga manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.
3.1. Manajemen Kebidanan menurut Varney (1977) dalam Ayurai (2012)
A. Pengertian
a. Proses pemecahan masalah
b. Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.
c. Penemuan – penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis.
d. Yang berfokus pada klien.
B. Langka–langkah
Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar
Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Yang terdiri dari data subjektif data objektif. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Yang termasuk data subjektif antara lain biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan dan nifas, biopsikologi spiritual, pengetahuan klien.
Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil laboratorium da test diagnostic lain yang dirumuskan dalam data fokus. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesui dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi), Pemeriksaan penunjang (laboratorium, cacatan baru dan sebelumnya).
Langkah II : Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi ang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
Langkah III : Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi.
Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, untuk melakukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien.
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi.
Langkah VI : pelaksanaan langsung asuhan dengan efesien dan aman
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efesien dan aman. Perencanaan ini bias dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.
Langkah VII : Evaluasi
Langkah VII : Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar akan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya.
BAB IV
PENERAPAN MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
DI PUSKESMAS BELAKANG SOYA
(7 LANGKAH VARNEY)
No. Register : -
Tanggal masuk : 20-03-2012
Jam : 10.00 wit
Diterima oleh : Bidan dan Mahasiswi
A. Data Subjektif
| 1. Identitas Klien | |||||||||||
| Nama ibu Umur Pendidikan Suku/Bangsa Agama Alamat Pekerjaan No. Telp/HP | : Ny. Lina Lobloly/S : 43 tahun : SMA : Ambon/Indonesia : Kristen Protestan : Skip (J. Hautuna) : Ibu Rumah Tangga : (0911) 327292 | Nama ibu Umur Pendidikan Suku/Bangsa Agama Alamat Pekerjaan No. Telp/HP | : Tn. Toni I. Samino : 55 tahun : SMA : Ambon/Indonesia : Kristen Protestan : Skip (J. Hautuna) : Buruh : (0911) 327292 | ||||||||
| 2. Kunjungan saat ini | : kunjungan ulang | ||||||||||
| 3. Keluhan utama | : ibu mengatakan ingin periksa kehamilan (kontrol), dan ingin memeriksa perkembangan janin yang dikandung | ||||||||||
| 4. Riwayat kehamilan sekarang | |||||||||||
| a. HPHT | : ?-Agustus-2011 | ||||||||||
| b. TP | : ?-Mei-2012 | ||||||||||
| c. Umur kehamilan menurut HPHT | : 28 minggu | ||||||||||
| · Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan ke-4 dan tidak pernah keguguran · Ibu pernah mendapatkan informasi (HE) tentang : perubahan-perubahan fisiologi ibu hamil, kebutuhan-kebutuhan masa hamil, tanda-tanda bahaya hamil dan persiapan kehamilan | |||||||||||
| 5. Riwayat mensturasi | |||||||||||
| a. Menarche b. Siklus c. Banyaknya d. Lamanya e. Konsisten f. Dismenorhoe g. Flour albus | : 13 tahun : 28-30 hari, teratur : 3 kali ganti pembalut/hari : 6-7 hari : ada gumpalan di hari I dan ke II, selanjutnya encer : tidak : tidak | ||||||||||
| 6. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu Tabel 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu | |||||||||||
| Tgl/thn Persalinan | Usia kehamilan (Minggu) | Jenis persalinan | Penolong | Anak | |||||||
| Jenis kelamin | BB (Kg) | PB (Cm) | H/M | Menetik | |||||||
| 1985 | Aterem (36-40) | Normal | Bidan | P | 2,8 | 51 | H | - | |||
| 1996 | Aterem (36-42) | Normal | Bidan | L | 3,0 | 54 | H | - | |||
| 1992 | Aterem (36-42) | Normal | Bidan | P | 2,8 | 50 | H | - | |||
| | | ||||||||||
| 7. Riwayat kesehatan lalu | : ibu tidak pernah menderita TBC, hipertensi, asma, hepar, DM dll | ||||||||||
| 8. Riwayat kesehatan keluarga | : di dalam keluarga ibu, tidak ada riwayat penyakit kronis maupun penyakit menular seperti ; TBC, hepar, DM dll. Di dalam keluarga ibu tidak ada kehamilan kembar | ||||||||||
| 9. Riwayat Keluarga Berencana | : ibu mengatakan bahwa pernah menggunakan KB suntik | ||||||||||
| 10. Riwayat sosial-ekonomi | |||||||||||
| a. .status pernikahan | : menikah (sah) | ||||||||||
| b. Respon terhadap kehamilan | : ibu dan suami merasa senang dengan kehamilan sekarang | ||||||||||
| c. Pengambilan keputusan dalam keluarga | : suami dengan persetujuan isteri | ||||||||||
| 11. Pola kegiatan sehari-hari | |||||||||||
| a. Nutrisi 1. Frekuensi makan 2. Frekuensi minum | : 3 kali sehari (nasi, ikan, sayur dan buah) : 7-8 gelas sehari (air putih) | ||||||||||
| b. Tidur 1. Tidur siang 2. Tidur malam | : 2 jam (mulai pukul 15.00-17.00 wit) : 7-8 jam (mulai pukul 22.00-06.00 wit) | ||||||||||
| c. Personal hygiene 1. Mandi 2. Sikat gigi 3. Cuci rambut 4. Ganti baju | : 2 kali sehari (menggunakan sabun) : setiap hari sesudah mandi dan sebelum tidur malam (memakai pasta gigi) : 3 kali seminggu (menggunakan shampo) : setiap kali setelah mandi | ||||||||||
| d. Pola eliminasi 1. BAB 2. BAK | : 1-2 kali sehari (warna kecoklatan, konsisten dan lunak) : 3-4 kali sehari (warna kuning muda dan bau pesing) | ||||||||||
| e. Riwayat seksual | : sesuai kebutuhan | ||||||||||
B. Data Objektif
| 1. Pemeriksaan umum | |
| a. Keadaan umum b. Kesadaran c. Tinggi badan d. LILA e. Berat badan sekarang f. Berat badan sebelumnya g. Tanda-tanda vital · TD · RR h. Kedaan emosional | : baik : composmentis : 158 cm : 25 cm : 77 kg : 75 kg : 110/70 mmHg : 24 kali per menit : ibu tampak tenang dan komunikatif |
| 2. Pemeriksaan umum | |
| a. Kepala b. Muka c. Mata d. Hidung e. Mulut f. Telinga g. Leher h. Payudara i. Abdomen | : bersih, rambut hitam, tidak ada penyebaran merata, tidak mudah rontok, kebersihan terjaga dan tidak ada benjolan : tidak sembab (udema), tidak pucat dan tidak ada cloasmagravidarum : simetris kiri-kanan, kelopak mata tidak udema, skelera tidak ikterus dan konjingtuva merah muda : simetris kiri-kanan dan tidak ada polip : mukosa bibir lembab, tidak stomatitis, kebersihan gigi terjaga dan tidak ada caries pada gigi : simetris kiri-kanan, tidak ada secret, bersih dan tidak ada kelainan : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran vena jagularis : simetris kiri-kanan, terddapat ASI, puting susu menonjol, mammae membesar, tidak nyeri saat ditekan dan tidak ada benjolan. : tidak ada luka bekas operasi, pembesaran sesuai umur kehamilan, ada strie gravidarum, TFU 2-3 jari di atas pusat dan ada linea nigra |
| Palpasi | |
| Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV | : TFU 2-3 jari di atas pusat, umur kehamilan 26-28 minggu (22 cm) dan teraba bagian besar dan lunak pada daerah fundus : teraba bagian memanjang dan seperti papan pada sisi perut bagian kanan, sisi perut bagian kiri teraba bagian kecil dari janin : teraba bagian bulat, keras dan melenting pada bagian atas sympisis (convergent) : kedua ujung-ujung jari pemeriksa masih dapat bertemu pada bagian atas sympisis (convergent) |
| Auskultasi | |
| · DJJ · Frekuensi | : (+) : 155 kali per menit |
| j. Vulva/vagina k. Ekstremitas · Atas · bawah | : tidak ada varices dan tidak oedem : simetris kiri-kanan dan tidak oedem pada jari-jari tangan : simetris kiri-kanan, tidak ada varices, tidak ada oedem, reflek patela (+) kiri dan kanan |
| 3. Pemeriksaan Penunjang | |
| a. Golongan darah b. HB | : O : 11,5 gr % |
C. Assesment
| 1. Diagnosa | : G4P3A0, hamil 26-28 minggu, janin hidup dan tunggal |
| Data Dasar a. DS b. DO | : ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang ke-4 dan tidak pernah keguguran : HPHT ? Agustus 2011 : TFU 2-3 jari di atas pusat (22 cm), umur kehamilan 26-28 minggu : TTD (tekanan darah 110/70 mmHg), RR 24 kali per menit : HB 11,5 gr % : TB 158 cm |
| 2. Masalah Data dasar | : - : - |
| 3. Kebutuhan | : pemeriksaan kehamilan : pemberian HE : pemberian therapy |
| 4. Diagnosa/masalah potensial Data dasar | : - : - |
| 5. Tindakan segera/kolaborasi | : - |
D. Planning
Tanggal 20-03-2012, jam 10.00 wit
| 1. Intervensi | |
| a. Beritahu hasil pemeriksaan | |
| · Rasional | : informasi hasil pemeriksaan penting diketahui oleh ibu karena dapat memberikan kepuasan psikis tentang perkembangan kehamilan dan kondisi janin dalam uterus |
| b. Beritahu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu | |
| · Rasional | : dengan informasi tersebut maka ibu dapat mengetahui lebih dini tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan apabila timbul salah satu dari tanda-tanda bahaya tersebut maka ibu atau keluarga dapat segera menghubungi tenaga kesehatan (bidan) atau rumah sakit terdekat untuk penanganan segera |
| c. Anjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygiene terutama daerah genitalia | |
| · Rasional | : dengan personal hygiene maka ibu dapat terhindar dari infeksi yang disebabkan oleh jamur |
| d. Anjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup | |
| · Rasional | : selama hamil terjadi perubahan dalam tubuh terutama perubahan metabolisme yang mengakibatkan ibu lebih mudah merasa kelelahan sehingga dianjurkan agar ibu lebih banyak beristirahat |
| e. Anjurkan ibu untuk tetap makan makanan yang mengandung zat gizi | |
| · Rasional | : ibu hamil membutuhkan tambahan kalori 300-500 kkal per hari, gizi seimbang selama hamil akan mengurangi resiko komplikasi pada ibu dan menjamin pertumbuhan jaringan sehingga bayi memiliki berat badan yang optimal |
| f. Berikan therapy vitamin B com, Calak dan vitamin C | |
| · Rasional | : vitamin B com untuk menjaga daya tahan tubuh dan menambah nafsu makan : calak digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan kalsium : vitamin C tiap tabletnya mengandung 500 gr yang berperan untuk menghambat infeksi karena kemampuannya melindungi tubuh dari reaksi bebas dan mempertahankan fungsi daya tahan tubu. |
| g. Anjurkan Ibu untuk kembali periksa kehamilan (kontrol) pada tanggal 10-04-2012 | |
| · Rasional | : agar ibu dapat mengetahui perkembangan dan kesehatan janin yang dikandung |
2. Implementasi
Tanggal 20-03-2012, jam 10.15 wit
| a. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu, yakni: umur kehamilan 26-28 minggu (TFU 22 cm), janin hidup, tunggal, berat badan 77 kg, tekanan darah 110/70 mmHg, RR 24 kali per menit dan TB cm | |
| · Hasilnya | : ibu mengetahui dan mengerti dengan penjelasan yang diberikan |
| b. Menginformasikan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan kepada ibu yang meliputi: perdarahan pervagina, penglihatan kabur, nyeri pada perut yang sangat hebat, kurangnya pergerakan janin, sakit kepala yang sangat hebat, bengkak pada wajah, tangan dan jari-jari tangan serta kaki. | |
| · Hasilnya | : ibu memperhatikan dengan serius dan dapat mengulang 3 dari tanda bahaya yang dijelaskan. |
| c. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygiene terutama daerah genitalia, dengan cara membersihkan dari arah depan ke belakang dan segera menggantikan celana dalam jika basah. | |
| · Hasilnya | : ibu mengerti dan mau mengikuti anjuran yang diberikan |
| d. Menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup, tidur siang minimal 2 jam dan tidur malam minimal 8 jam | |
| · Hasilnya | : ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan |
| e. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang mengandung zat gizi (nasi, ikan, sayuran hijau, buah dan susu). | |
| · Hasilnya | : ibu mau mengikuti anjuran yang diberikan |
| f. Memberikan Therapy Vitamin B. Com 10 Tablet (2 Kali Sehari), Vitamin C 10 Tablet (2 Kali Sehari), Calak 10 tablet (2 kali sehari). | |
| · Hasilnya | : ibu telah mendapatkan therapy |
| g. Menganjurkan ibu untuk kembali kontrol pada tanggal 10-04-2012 | |
| · Hasilnya | : ibu mengatakan akan kembali kontrol pada tanggal 10-04-2012 |
3. Evaluasi
Tabel 7. SOAP
| Subjektif | Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang disampaikan dan berjanji akan melaksanakan sesuai dengan apa yang dianjurkan. | |
| Objektif | K/U TFU tekanan darah berat badan tinggi badan RR | : baik : 22 cm : 110/70 mmHg : 77 kg : 158 cm : 24 kali permenit |
| Assesment | Diagnosa Masalah Kebutuhan | : G4P3A0, TFU 2-3 jari di atas pusat (22 cm). : - : pemberian ANC teratur, HE dan Therapy. |
| Planing | 1. Menganjurkan ibu untuk tetap menkonsumsi makanan bergizi 2. Menganjurkan ibu untuk tetap istrihat yang cukup 3. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga personal hygiene 4. Menganjurkan ibu untuk periksa kehamilan secara rutin 5. Menganjurkan ibu untuk melakukan therapy dengan baik | |
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
1. Pasien dengan kehamilan normal G4P3A0, mempunyai umur kehamilan 26-28 minggu dan keadaan ibu serta janin dalam keadaan baik di Puskesmas Belakang Soya_Ambon.
2. Pasien mendapatkan pelayanan yang baik dari Puskesmas dengan:
a. Pemeriksaan objektif dari petugas dan mahasiswi
b. Pemeriksaan penunjang di laboratorium
c. Pemberian konseling, dan
d. Pemberian therapy
5.2. Saran
1. Untuk Pasien
Tetap menkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, menjaga personal hygiene, periksa kehamilan secara rutin dan melakukan therapy dengan baik.
2. Untuk mahasiswi
Selalu memberikan asuhan kebidanan yang baik kepada pasien dan keluarga dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia agar dapat menjadi bidan yang profesional.
DAFTAR PUSTAKA
Puspitasari, 2009. Konsep Kehamilan. Makalah pada STIKES Maharani: Malang.
Sarwono, 2008. Ilmu Kebidanan. YBP-SP: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar